Orasi Ilmiah Prof. Suleman Bouti: Ortografi sebagai Ruang Negosiasi Identitas dan Legitimasi Bahasa

Oleh: Berty H. Meluko . 5 Februari 2026 . 11:12:50

Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (3/2/2026), menjadi momentum akademik penting dengan pengukuhan Suleman Bouti sebagai Guru Besar Tetap bidang Sosiolinguistik Ortografi. Dalam orasi ilmiah berjudul “Ortografi dalam Masyarakat Tutur Minoritas”, Prof. Suleman menegaskan bahwa ortografi tidak bisa dipahami semata sebagai sistem teknis penulisan, melainkan sebagai arena sosial yang sarat relasi kuasa, identitas, dan legitimasi.

Menurutnya, setiap sistem tulisan selalu membawa ideologi tentang siapa yang berhak menentukan bentuk bahasa yang dianggap benar. Bagi masyarakat tutur minoritas yang kuat dalam tradisi lisan, ortografi berada di antara dua kutub: menjadi jembatan pelestarian bahasa, sekaligus berpotensi menciptakan alienasi linguistik.

Prof. Suleman menjelaskan bahwa banyak bahasa minoritas memiliki kekayaan tradisi oral—doa, ritual, nyanyian, hingga peribahasa—yang diwariskan secara performatif. Ketika bahasa tersebut dipaksakan masuk ke sistem tulisan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan pengalaman penuturnya, bahasa berisiko “membeku” menjadi artefak, kehilangan daya hidupnya dalam praktik sosial.

Kajian yang dipaparkan turut menyoroti bahasa Gorontalo yang mengenal dua sistem ortografi: Arab-Pegon sebagai warisan tradisi keagamaan dan Latin sebagai simbol modernitas serta otoritas negara. Kedua sistem ini, menurutnya, tidak sepenuhnya merepresentasikan karakter fonetik dan morfologis bahasa Gorontalo, sehingga memunculkan negosiasi berkelanjutan antara tradisi, kebijakan, dan teknologi.

Fenomena serupa juga terjadi di berbagai belahan dunia. Prof. Suleman membandingkannya dengan masyarakat Berber di Afrika Utara yang menggunakan tiga sistem tulisan, serta perbedaan ortografi Hindi dan Urdu yang memisahkan komunitas melalui simbol visual bahasa. Dalam konteks Indonesia, dominasi aksara Latin dinilai turut mendorong marginalisasi aksara lokal atas nama efisiensi dan modernitas.

Ia juga menyoroti dampak sosial-psikologis dari standardisasi ortografi. Ketika satu bentuk tulisan dilembagakan sebagai standar tunggal, variasi kerap dipersepsikan sebagai kesalahan, bukan sebagai kekayaan. Dalam situasi ini, ortografi berubah fungsi dari sekadar representasi bunyi menjadi mekanisme sosial penegak kepatuhan.

Tantangan baru muncul di era digital. Banyak sistem tulisan minoritas belum sepenuhnya kompatibel dengan papan ketik, perangkat lunak, atau standar Unicode. Dalam konteks Gorontalo, misalnya, kesulitan menuliskan tanda glotal dan vokal panjang membuat penutur beradaptasi dengan ortografi dominan, yang berpotensi mengikis ciri khas lokal.

Menutup orasinya, Prof. Suleman—yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah di LPPM UNG - menegaskan bahwa tugas ilmuwan bahasa bukan menentukan ortografi mana yang paling benar, melainkan memahami bagaimana sistem tulisan menjadi ruang negosiasi antara masa lalu dan masa depan. Ortografi, tegasnya, hanya akan hidup sejauh ia diterima, digunakan, dan dicintai oleh komunitas penuturnya.

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG