Nano Grow; Terobosan Pupuk Organik dari Mahasiswa KKN UNG di Bonebolango Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Nano Grow; Terobosan Pupuk Organik dari Mahasiswa KKN UNG di Bonebol

Oleh: Chalid Luneto . 5 September 2025 . 16:11:53

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tunggulo Selatan (Tungsel), Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, berhasil menciptakan sebuah inovasi yang menjanjikan bagi dunia pertanian berkelanjutan. Produk yang mereka kembangkan dinamakan Nano Grow, sebuah pupuk organik berbasis teknologi nano yang aman dan ramah lingkungan serta efektif untuk meningkatkan hasil panen.  

Inovasi ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap hasil survey lapangan yaitu; dampak negatif penggunaan pupuk kimia yang berlebihan di daerah tersebut. Pupuk kimia memang meningkatkan produktivitas dalam jangka pendek, namun mengancam kualitas tanah dan lingkungan secara jangka panjang. Melalui riset sederhana dan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa meramu Nano Grow dari bahan-bahan alami, seperti kompos organik dan mineral nano, yang dapat memperbaiki struktur tanah dan memperkuat pertumbuhan tanaman.

Nano Grow dibuat dengan memadukan kompos kotoran hewan yang kaya unsur organik dengan pupuk kimia makro Nitrogen (N), Phosphor (P), dan Kalium (K) secara seimbang. Campuran ini kemudian difermentasi selama dua minggu, menghasilkan pupuk dengan partikel nano yang mudah diserap tanaman. Fermentasi tersebut juga meningkatkan keberadaan mikroba bermanfaat serta menekan mikroorganisme berbahaya dalam tanah.

Tim KKN telah mengaplikasikan Nano Grow pada tanaman cabai di kebun percobaan Desa Tungsel. Hasilnya, tanaman menunjukkan pertumbuhan lebih sehat, sementara kualitas tanah tetap terjaga tanpa kerusakan akibat pupuk kimia berlebihan.

Sejak awal pengembangan Nano Grow, antusiasme masyarakat, khususnya Karang Taruna Desa Tungsel, sangat tinggi. Mereka pemuda dan ibu-ibu aktif terlibat dalam produksi dan penyuluhan pupuk organik ini. Pihak pemerintah desa juga memberikan dukungan penuh, menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah seorang tokoh masyarakat bahkan menyebut bahwa Desa Tungsel sangat beruntung mendapat ilmu baru tentang teknologi nano pertanian ini yang menjadi peluang besar untuk masa depan desa.Dalam strategi pemasaran, Nano Grow akan dipasarkan secara digital melalui platform seperti Shopee, Instagram, dan WhatsApp agar produk ini dapat diakses lebih luas. Dengan media online, sosialisasi tentang Nano Grow dan sistem pertanian organik bisa menyebar lebih cepat, membentuk komunitas petani peduli lingkungan, serta memperkuat upaya pertanian berkelanjutan di desa maupun wilayah sekitar.

Ketua Tim Dosen pembimbing, Ibu Dr. Ir. Hj. Hayatiningsih Gubali, M.Si., (Dosen Agroteknologi UNG), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat, khususnya Karang Taruna, serta Ayahanda Tunggulo selatan Bapak Usman Antu, beserta Sekretaris dan jajaran perangkat desa yang telah memberikan dukungan penuh. "Tanpa kerja sama dari masyarakat, inovasi ini tidak akan terwujud. Semoga ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan untuk pertanian lestari," ujarnya.

Anggota tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Dr. Ir. Zulzain Ilahude, M.P., yang juga selaku Koordinator MAPORINA (Masyarakat Pertanian Organik Provinsi Gorontalo), mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam bimbingan teknis Nano Grow hingga produk ini berhasil diaplikasikan secara langsung. "Kami bangga dengan dukungan pemuda dan  masyarakat yang penuh semangat. Semoga Nano Grow menginspirasi pengembangan pertanian organik lebih luas di Gorontalo," katanya.

Begitu pula Ibu Fitra Y Puluhulawa, S.Sos.,M.A, Dosen Komunikasi selaku pembina teknik pemasaran digital, menyatakan apresiasi atas antusiasme masyarakat mengikuti pelatihan pemasaran online. "Dengan memanfaatkan media digital, Nano Grow bisa dikenal luas dan memperkuat gerakan pertanian berkelanjutan di desa dan sekitarnya," ujarnya.Nano Grow bukan sekadar pupuk organik, melainkan simbol inovasi generasi muda yang mengedepankan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Terobosan ini menjadi tonggak penting untuk mewujudkan pertanian yang aman, sehat, serta lestari demi masa depan Bone Bolango dan Indonesia.

 

Sumber Repost Berita : https://www.kompasiana.com

 

Agenda

1 - 2 Juli 2026

WORKSHOP: Dari Pengukuran ke Publikasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater