Model Kampung Zakat Berbasis Maqasid Syariah dan SDGs untuk Mendukung Desa Mandiri

Oleh: Berty H. Meluko . 13 April 2026 . 14:21:15

Upaya membangun desa mandiri berbasis nilai keislaman kini semakin mendapat pijakan ilmiah. Sebuah penelitian terbaru mengungkap model pengelolaan Kampung Zakat yang mengintegrasikan maqasid syariah dan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Penelitian ini dilakukan oleh Niswatin, Ivan Rahmad Santoso, dan Tri Handayani Amaliah, dengan dukungan pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025. Studi ini menawarkan pendekatan baru dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk mendorong transformasi desa dari penerima bantuan (mustahik) menjadi pemberi (muzakki).

Selama ini, pengelolaan zakat di tingkat desa kerap berjalan secara parsial dan belum terintegrasi dengan agenda pembangunan yang lebih luas. Penelitian ini mencoba menjembatani dua pendekatan besar: nilai-nilai maqasid syariah yang menekankan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dengan target pembangunan global SDGs. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi keduanya mampu memperkuat arah kebijakan Kampung Zakat. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, kesehatan, sosial, dan spiritual masyarakat.

Melalui analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini menemukan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Kampung Zakat. Disusul oleh sektor ekonomi, sosial, dakwah, dan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian desa. Pendidikan dinilai mampu mempercepat perubahan jangka panjang, terutama dalam mengubah pola pikir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah sebagai aktor utama dalam tata kelola zakat di tingkat desa. Selain itu, keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi antara berbagai pihak, seperti lembaga pengelola zakat, perguruan tinggi, pelaku usaha (CSR), dan tokoh agama. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, efektivitas program, serta keberlanjutan pengelolaan zakat.

Model yang dikembangkan dalam penelitian ini menempatkan maqasid syariah sebagai landasan utama, yang kemudian diterjemahkan ke dalam program-program berbasis SDGs. Tujuannya adalah menciptakan desa mandiri yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan sosial dan spiritual. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya tata kelola berbasis data serta prinsip etika, sehingga pengelolaan zakat dapat lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Salah satu tujuan utama dari model ini adalah mendorong transformasi masyarakat dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, Kampung Zakat diharapkan mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menjadi bukti bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai agama, dan kebijakan pembangunan dapat menghasilkan solusi inovatif bagi persoalan kemiskinan dan ketimpangan di tingkat desa.

Sebagai luaran akademik, hasil penelitian ini telah diajukan ke jurnal internasional bereputasi (Scopus Q2) dan juga menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Namun lebih dari itu, kontribusi utamanya terletak pada model yang dapat langsung diimplementasikan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat di Indonesia.

Di tengah upaya mencapai target SDGs, penelitian ini menawarkan pendekatan kontekstual yang relevan dengan nilai lokal dan religius masyarakat Indonesia. Jika diimplementasikan secara konsisten, model ini berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pengembangan desa mandiri berbasis zakat.

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG