
Kekayaan hayati Gorontalo terus membuka peluang lahirnya inovasi di bidang ilmu pengetahuan. Salah satunya melalui penelitian yang dilakukan tim dosen Universitas Negeri Gorontalo dengan memanfaatkan tanaman lokal Dumbaya sebagai sumber senyawa aktif bernilai kesehatan. Melalui pendekatan teknologi kultur in vitro, para peneliti berupaya meningkatkan produksi metabolit sekunder dari tanaman tersebut.
Penelitian berjudul “Optimalisasi Penggunaan Elicitor untuk Meningkatkan Produksi Metabolit Sekunder pada Tanaman Dumbaya melalui Kultur In Vitro” ini dipimpin oleh Dr. Jusna Ahmad, M.Si, bersama anggota tim Devi Bunga Pagalla, S.Si., M.Sc. dan Dra. Nurhayati Bialangi, M.Si. Riset tersebut didukung melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.
Dumbaya (Momordica cochinchinensis) merupakan tanaman yang telah lama dikenal masyarakat Gorontalo sebagai tanaman obat tradisional. Di sejumlah wilayah, tanaman ini dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, seperti bisul, demam, hingga perawatan kulit. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa Dumbaya memiliki potensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker.
Meski demikian, ketersediaan Dumbaya di alam masih terbatas karena hanya berbuah pada musim tertentu. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti UNG menghadirkan solusi melalui teknologi kultur in vitro, yakni metode perbanyakan tanaman di laboratorium yang memungkinkan produksi senyawa aktif secara lebih terkontrol dan berkelanjutan.
Dalam penelitian ini, tim menggunakan zat pemicu alami atau elicitor seperti methyl jasmonate, asam salisilat, dan kitosan untuk merangsang pembentukan metabolit sekunder pada kalus tanaman Dumbaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tertentu mampu meningkatkan kandungan flavonoid dan fenolik, dua senyawa penting yang banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan.
Temuan ini membuka peluang pengembangan Dumbaya sebagai bahan baku obat herbal, kosmetik alami, hingga produk kesehatan berbasis sumber daya lokal. Selain itu, pemanfaatan teknologi kultur in vitro juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan tanaman obat yang mulai terbatas di alam.
Sebagai bentuk kontribusi akademik, hasil penelitian ini ditargetkan dipublikasikan pada jurnal internasional Pertanika Journal of Science & Technology yang terindeks Scopus. Melalui riset ini, UNG kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berbasis potensi daerah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG