Mahasiswa KKN Buat Pupuk Organik Cair di Botutonuo

Oleh: Cindra Zakaria . 28 Juli 2023 . 10:50:14

 

 

Desa Botutonuo memiliki potensi laut dan penghasil ikan sehingga sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan sebagian lagi sebagai petani.  Potensi laut yang kaya akan hasil ikannya juga banyak membuang ikan sisa atau limbah. Ikan-ikan yang terbuang itu masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk dengan kadar unsur makro N (Nitrogen), P (Phospor), dan K (Kalium) sebagai komponen penyusun pupuk organik, dimana didalam tubuh ikan mempunyai kelebihan kalau dibandingkan dengan bahan-bahan lainnya. Juga didalam ikan masih terkandung unsur-unsur lainnya seperti unsur mikro. 

Atas dasar itulah mahasiswa MBKM Terintegrasi KKN Universitas Negeri Gorontalo bersama Dosen Pembimbing Lapangan di Desa Botutonuo membuat program pengabdian kepada masyarakat yang berkolaborasi dengan petani di desa Botutonuo Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kabila Bone Gorontalo. Mahasiswa membuat produk pupuk organik cair yang berasal dari limbah ikan yang tidak terpakai sebagai bahan baku utama.

Limbah rumah tangga seperti air cucian beras, sisa sayuran segar maupun kulit buah-buahan, limbah ikan dan sisa nasi basi menjadi hal yang belum termanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, melalui pelatihan pembuatan pupuk ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat terkait cara mengolah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai ekonomis. Selama ini, masyarakat belum terbiasa memanfaatkan limbah rumah tangga maupun potensi sumber daya sekitar untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai ekonomis di desa. 

Kegiatan bimtek bagi petani di Desa Botutonuo ini dibawah koordinasi dan arahan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Dr. Zulzain Ilahude, MP, Prof. Mohamad Ikbal Bahua, M.Si serta Dr. Hayatiningsih Gubali, M.Si. Pada kesempatan pelatihan itu Dr. Zulzain Ilahude menyampaikan bahwa berbisnis sehat adalah berbisnis pertanian organik, seperti yang dicontohkan oleh mahasiswa di lokasi pengabdian KKN ini yaitu mengaplikasikan pupuk organik cair dari limbah ikan pada tanaman sayuran pakcoy. "Saya berharap agar pengetahuan pertanian organik berupa pupuk cair ini hendaknya dapat dipraktekkan oleh petani sesuai dengan komoditi yang ditanam atau diusahakan".

 

 

 

 

 

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026