Dalam rangka mengapresiasi peneliti Indonesia yang memberikan sumbangsih dalam penerbitan jurnal bereputasi internasional, Kemenristek/BRIN mengumumkan 500 besar peneliti berkinerja terbaik berdasarkan jumlah artikel yang dipublikasikan di SINTA dan jurnal-jurnal terindeks di Scopus dan serta atau pengutipan di Scopus dan Google Scholar selama tiga tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019 dari 194 ribu lebih peneliti dan dosen yang telah terdaftar dalam database SINTA.
Menristek/Kepala BRIN mendorong peneliti serta institusi penelitian dan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan publikasi ilmiahnya di jurnal internasional dan nasional.
“Kita harapkan institusinya bisa lebih memperbanyak staf pengajarnya atau staf penelitinya untuk bisa menghiasi ranking yang tertinggi dari SINTA. Bagi yang namanya atau institusinya belum masuk saya harapkan ini akan menjadi motivasi untuk kita semakin menguatkan fondasi dari universitas riset yang dikembangkan di masing-masing perguruan tinggi dan yang lebih penting juga untuk memperbanyak jumlah peneliti dan inovator yang berkualitas,” tutup Menteri Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menjelaskan dalam kurun satu tahun SINTA telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Sampai 26 Mei 2020 telah terdaftar lebih dari 194.000 dosen dan peneliti, 4.983 lembaga, 2.720 jurnal, 94.348 buku dan 26.466 kekayaan intelektual yang sudah terindeks di SINTA berdasarkan hasil verifikasi, akreditasi dan evaluasi,” papar Dimyati.
Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan sebagai pengelola SINTA terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga agar tidak hanya jurnal ilmiah, namun buku dan paten juga dapat terindex di SINTA.
“Integrasi data sebelumnya dengan Google Scholar dan Scopus ditingkatkan dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, mulai dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk buku, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM untuk paten dan hak cipta, serta Web of Science,” lanjut Dimyati.
Dimyati menjelaskan pada SINTA Series Tahun 2020 dilakukan pemeringkatan kinerja 500 besar peneliti Indonesia berdasarkan SINTA. Formula untuk menilai kinerja ini berdasarkan indikator:
“Basis data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah data tiga tahun terakhir penuh, yaitu dokumen yang terbit dari tahun 2017 sampai tahun 2019. Untuk detail nama dan peringkat bisa dilihat di laman: http://sinta.ristekbrin.go.id/authors,” tutup Dimyati.
Acara ini dihadiri oleh 500 undangan yang terdiri dari pejabat eselon satu dan dua Kemenristek/BRIN, pimpinan LPNK terkait Kemenristek/BRIN, para pimpinan lembaga penelitian Kementerian dan Lembaga, para pimpinan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), para pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS), para peneliti, dan para dosen serta ditayangkan secara langsung di Youtube Kemenristek/BRIN dengan alamat https://bit.ly/SINTASeries_1 yang dapat diakses oleh publik dan para peneliti di seluruh Indonesia.
Sumber : Kemenristek/BRIN

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG