
Masalah kadar air tinggi pada jagung pascapanen masih menjadi tantangan serius bagi petani. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga meningkatkan risiko kontaminasi aflatoksin—racun berbahaya yang dihasilkan oleh jamur dan dapat membahayakan kesehatan manusia.
Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian Universitas Negeri Gorontalo yang diketuai oleh Sakinah Ahyani Dahlan, STP, M.Si menghadirkan inovasi pengeringan jagung berbasis lokasi Center of Gravity di Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo. Program ini merupakan bagian dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025.
Tantangan: Kadar Air Tinggi dan Risiko Aflatoksin
Sebelum program dijalankan, kadar air jagung petani tercatat sekitar 22 persen. Angka ini tergolong tinggi dan berisiko memicu pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. Data menunjukkan sekitar 28 persen biji jagung berpotensi terkontaminasi jika penanganan pascapanen tidak optimal.
Aflatoksin sendiri berbahaya karena dapat merusak hati dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit serius. Oleh karena itu, pengendalian kadar air menjadi langkah krusial dalam menjaga keamanan pangan.
Solusi: Pengeringan Modern dan Teknologi Pascapanen
Tim pelaksana memperkenalkan sistem ruang pengering jagung berbasis pemanasan buatan yang ditempatkan secara strategis (Center of Gravity), sehingga dapat menjangkau kebutuhan petani secara lebih efisien.
Hasilnya signifikan. Setelah penggunaan ruang pengering, kadar air jagung turun menjadi sekitar 14 persen—angka yang memenuhi standar industri dan lebih aman dari risiko kontaminasi jamur.
Selain itu, petani juga mendapatkan pelatihan penggunaan mesin pemipil jagung otomatis, yang membantu meningkatkan efisiensi kerja serta mengurangi kerusakan hasil panen.
Pendampingan dari Hulu ke Hilir
Program ini tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Tim UNG juga melakukan:
Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi tidak hanya dipasang, tetapi benar-benar dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Dampak bagi Petani dan Keamanan Pangan
Dengan kadar air yang lebih rendah dan proses penanganan yang lebih higienis, kualitas jagung meningkat dan harga jual menjadi lebih kompetitif. Risiko aflatoksin pun dapat ditekan, sehingga produk lebih aman untuk dikonsumsi maupun dipasarkan.
Program ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna dapat memberikan dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan pengabdian ini, UNG kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian dan keamanan pangan di daerah.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG