Terobosan Edible Coating dari Nasi Aking: Solusi Ramah Lingkungan untuk Memperpanjang Umur Simpan Pangan

Oleh: Berty H. Meluko . 5 April 2026 . 16:18:55

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan pangan dan pengurangan limbah, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan inovasi menarik: edible coating berbasis tepung nasi aking yang diperkaya dengan teknologi nano dan metode iradiasi. Penelitian yang dilaksnakan oleh Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si, Widya Rahmawaty Saman, S.TP., M.Si, dan Sakinah Ayhani Dahlan, S.TP., M.Si ini merukapak bagian pendanaan DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) Tahun 2025.

Alih-alih menggunakan bahan sintetis, penelitian ini memanfaatkan nasi aking limbah pangan yang kerap terabaikan sebagai bahan utama pelapis makanan yang dapat dimakan (edible coating). Inovasi ini tidak hanya berpotensi mengurangi limbah, tetapi juga memberikan solusi pengawetan yang lebih alami dan berkelanjutan.

Selama ini, edible coating berbasis bahan alami sering menghadapi kendala pada stabilitas emulsi dan kekuatan mekanik. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengombinasikan tepung nasi aking dengan Virgin Coconut Oil (VCO) dan nano selulosa (CNF). Tak berhenti di situ, mereka juga menerapkan teknologi iradiasi gamma guna meningkatkan performa coating secara menyeluruh.

Pendekatan ini terbukti efektif. Melalui serangkaian uji laboratorium dan optimasi formulasi, para peneliti berhasil menghasilkan nanoemulsi dengan karakteristik yang stabil dan unggul.

Formula terbaik yang dihasilkan mengandung sekitar 3% tepung nasi aking, 2,98% nano selulosa, dan 1,35% VCO. Kombinasi ini menghasilkan:

  • Ukuran partikel skala nano yang stabil
  • Distribusi partikel yang seragam
  • Kemampuan menahan uap air yang baik
  • Kekuatan lapisan yang meningkat

Lebih menarik lagi, perlakuan iradiasi tidak hanya memperkuat struktur coating, tetapi juga meningkatkan sifat antimikroba. Artinya, lapisan ini mampu melindungi produk pangan dari kerusakan sekaligus menekan pertumbuhan mikroorganisme.

Inovasi ini membuka peluang besar untuk diterapkan pada produk hortikultura segar seperti buah dan sayur. Dengan lapisan pelindung yang aman dikonsumsi, produk dapat bertahan lebih lama tanpa perlu bahan pengawet kimia. Selain itu, penggunaan nasi aking sebagai bahan baku mencerminkan pendekatan ekonomi sirkular mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah. Hal ini sejalan dengan upaya global dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Melalui perpaduan bahan lokal, teknologi nano, dan pendekatan ilmiah modern, inovasi edible coating dari nasi aking ini menjadi contoh nyata bagaimana sains dapat menjawab tantangan pangan masa depan lebih sehat, lebih ramah lingkungan, dan lebih berkelanjutan.

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG