
Gorontalo — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Literasi Kebencanaan di Sekolah Dasar Tilongkabila melalui Teknologi Augmented Reality (AR) dan Alat Peraga Bencana.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi sebagai respons atas minimnya media pembelajaran kebencanaan yang interaktif di sekolah dasar.
Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025.
Ketua tim pengabdi, I Made Hermanto, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AR dan alat peraga kebencanaan dirancang untuk membantu siswa memahami jenis bencana, langkah mitigasi, serta prosedur evakuasi secara lebih mudah dan menarik. “Pembelajaran berbasis visual dan interaktif terbukti mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap kebencanaan,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kecamatan Tilongkabila dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif. Metode kegiatan meliputi identifikasi potensi bencana lokal, pengembangan media pembelajaran berbasis AR, pembuatan alat peraga bencana, sosialisasi, simulasi kebencanaan, serta evaluasi hasil kegiatan.
Sebagai luaran program, tim pengabdi menghasilkan berbagai produk edukasi, antara lain aplikasi kebencanaan berbasis Augmented Reality, buku panduan penggunaan aplikasi, poster edukasi, serta alat peraga simulasi bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. Produk-produk ini dirancang khusus agar sesuai dengan karakteristik pembelajaran siswa sekolah dasar.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan. Pemahaman guru terhadap materi kebencanaan meningkat dari 58,56% menjadi 98,05%, sementara pengetahuan siswa meningkat dari 9,05% menjadi 89,14%. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AR dan alat peraga bencana efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan di lingkungan sekolah.
Selain berdampak pada peningkatan pengetahuan, program ini juga memperkuat kesiapsiagaan komunitas sekolah melalui keterlibatan guru dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tilongkabila. Diharapkan, program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Melalui program PkM ini, tim pengabdi berharap inovasi pembelajaran berbasis teknologi dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah rawan bencana.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG