Teknologi Augmented Reality Tingkatkan Literasi Kebencanaan Siswa SD di Tilongkabila

Oleh: Berty H. Meluko . 5 Januari 2026 . 09:38:24

Gorontalo — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Literasi Kebencanaan di Sekolah Dasar Tilongkabila melalui Teknologi Augmented Reality (AR) dan Alat Peraga Bencana.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi sebagai respons atas minimnya media pembelajaran kebencanaan yang interaktif di sekolah dasar.

Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025.

Ketua tim pengabdi, I Made Hermanto, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AR dan alat peraga kebencanaan dirancang untuk membantu siswa memahami jenis bencana, langkah mitigasi, serta prosedur evakuasi secara lebih mudah dan menarik. “Pembelajaran berbasis visual dan interaktif terbukti mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap kebencanaan,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kecamatan Tilongkabila dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif. Metode kegiatan meliputi identifikasi potensi bencana lokal, pengembangan media pembelajaran berbasis AR, pembuatan alat peraga bencana, sosialisasi, simulasi kebencanaan, serta evaluasi hasil kegiatan.

Sebagai luaran program, tim pengabdi menghasilkan berbagai produk edukasi, antara lain aplikasi kebencanaan berbasis Augmented Reality, buku panduan penggunaan aplikasi, poster edukasi, serta alat peraga simulasi bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. Produk-produk ini dirancang khusus agar sesuai dengan karakteristik pembelajaran siswa sekolah dasar.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan. Pemahaman guru terhadap materi kebencanaan meningkat dari 58,56% menjadi 98,05%, sementara pengetahuan siswa meningkat dari 9,05% menjadi 89,14%. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AR dan alat peraga bencana efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan di lingkungan sekolah.

Selain berdampak pada peningkatan pengetahuan, program ini juga memperkuat kesiapsiagaan komunitas sekolah melalui keterlibatan guru dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tilongkabila. Diharapkan, program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini.

Melalui program PkM ini, tim pengabdi berharap inovasi pembelajaran berbasis teknologi dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah rawan bencana.

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026