
Penentuan tingkat keparahan Autism Spectrum Disorder (ASD) selama ini sangat bergantung pada observasi klinis dan penilaian profesional. Proses ini membutuhkan waktu, pengalaman, serta konsistensi yang tinggi. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan sebuah sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu menentukan level keparahan autisme secara lebih terstruktur dan objektif.
Penelitian ini memfokuskan pada pembangunan sistem klasifikasi otomatis yang mampu mengelompokkan individu dengan ASD ke dalam tingkat keparahan tertentu berdasarkan data karakteristik yang telah dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan.
Mengapa Penentuan Level ASD Penting?
Dalam praktik klinis, ASD umumnya dibagi ke dalam beberapa tingkat keparahan yang menunjukkan seberapa besar dukungan yang dibutuhkan individu. Penentuan level ini sangat penting karena akan memengaruhi: Strategi terapi dan intervensi, Pendekatan pendidikan, Perencanaan dukungan keluarga, Evaluasi perkembangan anak.
Kesalahan atau ketidakkonsistenan dalam menentukan level dapat berdampak pada kurang optimalnya intervensi yang diberikan.
Bagaimana Sistem AI Ini Bekerja?
Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan model berbasis machine learning yang dilatih menggunakan data karakteristik individu dengan ASD. Model tersebut mempelajari pola dari sejumlah indikator yang relevan, kemudian mengklasifikasikan tingkat keparahan secara otomatis.
Secara sederhana, sistem bekerja melalui tiga tahap utama:
Pendekatan ini memungkinkan sistem mengenali pola kompleks yang mungkin sulit terlihat melalui penilaian manual semata.
Hasil Penelitian: Akurasi dan Konsistensi yang Baik
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mengklasifikasikan level keparahan ASD. Model mampu membedakan kategori tingkat autisme secara konsisten berdasarkan parameter yang digunakan dalam penelitian.
Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis Artificial Intelligence memiliki potensi kuat sebagai alat bantu dalam proses asesmen. Namun, peneliti menegaskan bahwa sistem ini bukan pengganti profesional medis atau psikolog, melainkan alat pendukung keputusan untuk meningkatkan objektivitas dan efisiensi proses evaluasi.
Dampak dan Potensi Pengembangan
Pemanfaatan AI dalam bidang kesehatan mental dan perkembangan anak membuka peluang besar dalam:
Dengan pengembangan lebih lanjut dan validasi yang lebih luas, sistem seperti ini berpotensi diintegrasikan dalam platform asesmen digital di masa depan.
Penelitian ini membuktikan bahwa sistem berbasis Artificial Intelligence dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan Autism Spectrum Disorder secara lebih sistematis dan terukur.
Meski tetap membutuhkan peran tenaga profesional dalam interpretasi dan intervensi, teknologi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara kecerdasan buatan dan keahlian manusia dapat meningkatkan kualitas layanan diagnosis dan pendampingan bagi individu dengan autisme.
Oleh : R. Rasim1*, M. Munir2, Yaya Wihardi3, Lanto Ningrayati Amali4
Sumber : https://journal.unnes.ac.id/journals/sji/article/view/14440
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG