SDGs Center UNG Paparkan Model Kolaborasi Pencapaian SDGs pada Workshop Nasional RAD SDGs

Oleh: Berty H. Meluko . 5 Mei 2026 . 09:42:47

SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dengan menjadi narasumber pada Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs yang diselenggarakan pada 29 April 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bappenas, Sekretariat Nasional SDGs, dan GIZ tersebut berlangsung secara hybrid di Makassar dan diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SDGs Center, serta berbagai mitra pembangunan.

Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, memaparkan model percepatan pencapaian SDGs di daerah melalui pendekatan multi-stakeholder partnership (MSP). Menurutnya, salah satu tantangan utama implementasi SDGs di daerah adalah belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan sehingga berbagai program pembangunan masih berjalan secara sektoral.

“Banyak program pembangunan belum menghasilkan dampak yang optimal karena kolaborasi yang dibangun belum terencana secara terpadu. Padahal, setiap pihak memiliki sumber daya dan kapasitas yang dapat saling melengkapi,” ujar Dr. Raghel.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan MSP mendorong keterlibatan berbagai aktor pembangunan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga filantropi, organisasi nonpemerintah, komunitas, hingga masyarakat. Melalui skema tersebut, setiap pihak berkontribusi sesuai peran dan keunggulannya dalam mendukung pencapaian target SDGs.

Dalam implementasinya, SDGs Center berperan sebagai fasilitator yang menjembatani berbagai pemangku kepentingan agar kolaborasi yang dibangun memiliki arah yang jelas dan terukur. Peran tersebut mencakup penguatan koordinasi, penyelarasan program, hingga perumusan target dan indikator yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pendekatan MSP dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, mengurangi tumpang tindih program, serta memastikan setiap intervensi pembangunan berkontribusi terhadap penyelesaian isu prioritas daerah. Model ini juga telah diterapkan dalam berbagai inisiatif pembangunan di Gorontalo sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi SDGs di tingkat lokal.

Melalui penyusunan dan implementasi RAD SDGs yang berbasis kolaborasi, pemerintah daerah diharapkan memiliki kerangka perencanaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat berjalan secara sinergis dan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026