
SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dengan menjadi narasumber pada Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs yang diselenggarakan pada 29 April 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bappenas, Sekretariat Nasional SDGs, dan GIZ tersebut berlangsung secara hybrid di Makassar dan diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SDGs Center, serta berbagai mitra pembangunan.
Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, memaparkan model percepatan pencapaian SDGs di daerah melalui pendekatan multi-stakeholder partnership (MSP). Menurutnya, salah satu tantangan utama implementasi SDGs di daerah adalah belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan sehingga berbagai program pembangunan masih berjalan secara sektoral.
“Banyak program pembangunan belum menghasilkan dampak yang optimal karena kolaborasi yang dibangun belum terencana secara terpadu. Padahal, setiap pihak memiliki sumber daya dan kapasitas yang dapat saling melengkapi,” ujar Dr. Raghel.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan MSP mendorong keterlibatan berbagai aktor pembangunan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga filantropi, organisasi nonpemerintah, komunitas, hingga masyarakat. Melalui skema tersebut, setiap pihak berkontribusi sesuai peran dan keunggulannya dalam mendukung pencapaian target SDGs.
Dalam implementasinya, SDGs Center berperan sebagai fasilitator yang menjembatani berbagai pemangku kepentingan agar kolaborasi yang dibangun memiliki arah yang jelas dan terukur. Peran tersebut mencakup penguatan koordinasi, penyelarasan program, hingga perumusan target dan indikator yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan MSP dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, mengurangi tumpang tindih program, serta memastikan setiap intervensi pembangunan berkontribusi terhadap penyelesaian isu prioritas daerah. Model ini juga telah diterapkan dalam berbagai inisiatif pembangunan di Gorontalo sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi SDGs di tingkat lokal.
Melalui penyusunan dan implementasi RAD SDGs yang berbasis kolaborasi, pemerintah daerah diharapkan memiliki kerangka perencanaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat berjalan secara sinergis dan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.