SDGs Center UNG Dorong Kolaborasi Kampus untuk Hilirisasi Riset dan Pengabdian Masyarakat

Oleh: Berty H. Meluko . 22 April 2026 . 16:27:57

SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo bersama Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menginisiasi langkah baru dengan menggelar forum strategis pada 16 April 2026 di ruang rapat LPPM UNG. Pertemuan ini mempertemukan berbagai perguruan tinggi di wilayah Gorontalo untuk merancang skema pengabdian masyarakat yang berorientasi pada hilirisasi hasil riset. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih terstruktur.

Dalam diskusi yang berlangsung, pendekatan multi stakeholder partnership (MSP) menjadi sorotan utama sebagai strategi dalam merespons berbagai tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Dua isu prioritas yang dibahas secara mendalam adalah penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo serta persoalan pengelolaan sampah di Kota Gorontalo. Kedua agenda ini dipandang membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan terintegrasi.

Forum ini turut dihadiri para pemangku kepentingan dari lingkungan perguruan tinggi, seperti ketua LPPM dan pimpinan pusat KKN dari sejumlah kampus, termasuk Universitas Negeri Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, UNIGO, UNISAN, UMGo, UNUGo, Poltekkes, UNBITA, serta Universitas Bina Mandiri Gorontalo. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sinergi pengabdian yang lebih efektif, terarah, dan menghindari tumpang tindih program antar institusi.

Ketua SDGs Center UNG, Raghel Yunginger, menegaskan bahwa skenario yang tengah diformulasikan dirancang untuk memastikan setiap program pengabdian memiliki arah yang jelas, indikator capaian yang terukur, serta kesinambungan dalam pelaksanaannya. Ia menekankan bahwa hilirisasi riset menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pandangan serupa disampaikan oleh Advisor GIZ Gorontalo, Boby Rantow Payu, yang juga merupakan dosen di UNG. Ia menilai kemitraan multipihak merupakan elemen penting dalam menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan implementasi di lapangan. Melalui kolaborasi yang solid, program pembangunan dapat terhindar dari pendekatan parsial yang seringkali tidak berkelanjutan.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari unsur pemerintah daerah, khususnya dari sektor penelitian dan pengembangan seperti Bappeda Provinsi, Bappelitbangda Kabupaten Gorontalo, serta Bapperida Kota Gorontalo. Mereka memandang langkah ini sebagai fondasi awal bagi terbangunnya kolaborasi jangka panjang antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan.

Sebagai mitra pembangunan internasional, GIZ turut berperan dalam mendukung kegiatan ini melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk ekosistem yang memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan sebagai solusi konkret bagi berbagai persoalan strategis di daerah.

Informasi

Agenda