Riset Ungkap Pentingnya Manajemen Risiko bagi Ketahanan UMKM Karawo

Oleh: Berty H. Meluko . 21 Juli 2026 . 16:43:55

 

Karawo bukan sekadar kerajinan khas Gorontalo. Di balik keindahan sulaman yang menjadi identitas budaya daerah, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, seperti halnya sektor usaha lainnya, UMKM Karawo juga dihadapkan pada berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan dan kinerja usahanya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan Moh Ramdhan Arif Kaluku (UNG) bersama Sumiati, Ainur Rofiq, dan Djumilah Hadiwidjojo. Penelitian berjudul “Enhancing Firm Performance with Supply Chain Risk Management and Supply Chain Resilience: The Enabling Role of Supply Chain Digitalization Adoption” ini mengkaji bagaimana pengelolaan risiko rantai pasok dapat membantu meningkatkan kinerja UMKM Karawo di Provinsi Gorontalo.

Penelitian ini berangkat dari kondisi UMKM Karawo yang masih menghadapi sejumlah kerentanan dalam menjalankan aktivitas usaha. Perubahan permintaan pasar, keterbatasan daya tawar dan ketidakpastian regulasi dapat mengganggu kelancaran rantai pasok dan pada akhirnya memengaruhi kinerja usaha. Karena itu, penelitian tidak hanya melihat bagaimana pelaku usaha menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana mereka membangun kemampuan untuk tetap bertahan ketika terjadi gangguan.

Untuk menguji hal tersebut, peneliti mengumpulkan data dari pelaku UMKM Karawo di Provinsi Gorontalo. Dari 239 responden yang dikumpulkan, sebanyak 195 responden memenuhi kriteria dan digunakan dalam analisis penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan risiko permintaan dan pengelolaan risiko regulasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja usaha sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok.

Sederhananya, pelaku UMKM yang mampu membaca perubahan kebutuhan pasar serta mengantisipasi berbagai tuntutan regulasi akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Temuan penting lainnya adalah ketahanan rantai pasok menjadi penghubung antara pengelolaan risiko dan kinerja usaha. Artinya, kemampuan mengelola risiko tidak berhenti pada upaya mencegah masalah, tetapi perlu dilanjutkan dengan kemampuan untuk beradaptasi, menghadapi gangguan dan memulihkan aktivitas usaha ketika terjadi perubahan.

Dalam konteks UMKM Karawo, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena keberlangsungan usaha sangat berkaitan dengan kelancaran berbagai aktivitas dalam rantai pasok, mulai dari pemenuhan kebutuhan produksi hingga kemampuan memenuhi permintaan pelanggan.

Penelitian ini juga melihat sejauh mana digitalisasi dapat mendukung hubungan antara manajemen risiko dan ketahanan rantai pasok. Hasilnya menunjukkan bahwa digitalisasi rantai pasok belum terbukti memberikan pengaruh moderasi yang signifikan secara keseluruhan terhadap hubungan tersebut. Temuan ini memberikan gambaran bahwa penggunaan teknologi digital tidak serta-merta membuat pengelolaan risiko menjadi lebih efektif.

Temuan tersebut menjadi menarik karena transformasi digital kerap dipandang sebagai salah satu solusi untuk memperkuat daya saing UMKM. Dalam penelitian ini, manfaat digitalisasi perlu dilihat dalam konteks bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk mendukung proses pengelolaan usaha dan rantai pasok.

Dengan demikian, penguatan UMKM Karawo tidak cukup hanya dengan mendorong penggunaan teknologi. Yang tidak kalah penting adalah membangun kemampuan pelaku usaha dalam mengenali risiko, merespons perubahan pasar, memenuhi ketentuan yang berlaku serta membangun rantai pasok yang mampu bertahan menghadapi gangguan. Penelitian ini sekaligus memberikan perspektif bahwa ketahanan usaha dibangun dari kemampuan mengelola berbagai sumber daya yang dimiliki. Bagi UMKM Karawo, penguatan kemampuan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus mempertahankan eksistensi Karawo sebagai produk budaya dan ekonomi khas Gorontalo.

Riset ini juga memperlihatkan bagaimana kajian akademik dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM lokal. Dengan menjadikan UMKM Karawo sebagai objek penelitian, kajian tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen rantai pasok, tetapi juga menghadirkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penelitian Moh Ramdhan Arif Kaluku dan tim pada akhirnya menegaskan satu hal penting: menjaga kinerja UMKM tidak hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga tentang membangun kemampuan untuk menghadapi risiko dan tetap tangguh ketika perubahan terjadi. Bagi Karawo, ketangguhan tersebut menjadi bagian penting agar warisan budaya Gorontalo ini dapat terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

 

Sumber: https://bjopm.org.br/bjopm/article/view/2655

Informasi

Agenda