Riset Ungkap Batu Gamping Bone Bolango Simpan Potensi Air Tanah Melimpah

Oleh: Berty H. Meluko . 9 Maret 2026 . 13:10:58

Kebutuhan air bersih di wilayah pesisir sering menjadi tantangan, termasuk di kawasan pesisir Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo melakukan kajian ilmiah untuk mengungkap potensi batu gamping sebagai sumber air tanah yang berkelanjutan. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal internasional dan secara khusus menyoroti bagaimana kualitas porositas batuan dapat menentukan kemampuan menyimpan air bawah tanah. Penelitian ini juga didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia melalui skema Penelitian Fundamental-Reguler (PFR) Tahun 2024.

Batu gamping (limestone) merupakan salah satu jenis batuan yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Gorontalo. Batuan ini memiliki karakteristik unik berupa rongga-rongga kecil yang disebut pori. Semakin besar dan banyak pori tersebut, semakin besar pula kemampuan batuan dalam menyimpan air. Di wilayah penelitian yang meliputi lima desa Botubarani, Huangobotu, Biluango, Modelomo, dan Botutonuo, masyarakat masih sangat bergantung pada sumur dangkal sebagai sumber air bersih. Kondisi ini mendorong pentingnya identifikasi lokasi yang memiliki potensi cadangan air tanah yang baik.

Untuk mengetahui kemampuan batu gamping menyimpan air, peneliti menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu analisis lapangan dan uji laboratorium. Di laboratorium, batuan dianalisis menggunakan metode petrografi (pengamatan mikroskopis) serta uji berat jenis dan daya serap air. Melalui metode ini, peneliti dapat menghitung tingkat porositas batuan secara lebih akurat.

Secara sederhana, porositas dapat dipahami sebagai “ruang kosong” di dalam batuan yang dapat diisi oleh air. Dalam penelitian ini, porositas diklasifikasikan menjadi tiga tingkat kecil (1–10%), sedang (10–20%), dan besar (20–30%). Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar sampel batu gamping di lokasi penelitian memiliki porositas sedang hingga besar, bahkan beberapa mencapai lebih dari 30 persen.

Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi empat jenis utama batu gamping di wilayah pesisir Bone Bolango, yaitu wackestone, packstone, rudstone, dan boundstone. Masing-masing jenis memiliki struktur dan komposisi yang berbeda, sehingga menghasilkan karakter porositas yang beragam. Selain itu, ditemukan empat tipe pori utama dalam batuan, seperti pori antar kristal, pori bekas fosil, hingga rongga akibat pelarutan batuan. Variasi ini menunjukkan bahwa proses geologi yang terjadi di masa lalu sangat memengaruhi kemampuan batuan dalam menyimpan air.

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah bahwa batu gamping di wilayah pesisir Bone Bolango memiliki potensi sangat besar sebagai reservoir air tanah. Sebagian besar lokasi penelitian menunjukkan dominasi porositas besar, yang berarti batuan tersebut mampu menyimpan air dalam jumlah signifikan. Bahkan, desa Biluango dan Botutonuo tercatat memiliki kualitas porositas terbaik.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa semakin tinggi nilai penyerapan air, maka semakin tinggi pula porositas batuan. Hubungan ini menunjukkan bahwa batuan dengan kemampuan menyerap air tinggi berpotensi menjadi penyimpan air tanah yang baik.

Tidak hanya berhenti pada identifikasi potensi, penelitian ini juga menghasilkan peta sebaran batu gamping yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penentuan kawasan konservasi geologi. Hal ini penting karena batu gamping tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan air, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem bawah tanah. Jika tidak dikelola dengan baik, aktivitas eksploitasi seperti penambangan dapat mengganggu cadangan air tanah yang ada.

Temuan ini memberikan harapan baru bagi pengelolaan sumber daya air di wilayah pesisir Gorontalo. Dengan memahami karakter batuan secara ilmiah, pemerintah dan masyarakat dapat merencanakan penggunaan air tanah secara lebih bijak dan berkelanjutan. Ke depan, penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan konservasi air tanah, sekaligus mendukung upaya penyediaan air bersih bagi masyarakat pesisir.

Namun demikian, pemanfaatan potensi ini tetap perlu dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan, agar sumber daya air yang ada tidak justru mengalami kerusakan di masa mendatang.

 

Oleh : Aang Panji Permana, Sunarty Suly Eraku, Nurfaika, Ronal Hutagalung, Angki Suaib, Fadhil Abdillah Ahmad, Akrein Vender Wangi

Source : https://www.hrpub.org/journals/article_info.php?aid=14867

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG