Riset UNG Ungkap Tantangan HOTS dalam Pembelajaran Biologi di Sekolah

Oleh: Berty H. Meluko . 15 Maret 2026 . 15:44:13

Kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi salah satu indikator penting dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo mengungkap bahwa banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mencapai kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Biologi.

Penelitian berjudul “Eksplorasi Kesulitan Belajar Biologi pada Ranah HOTS melalui Concurrent Embedded Strategy: Fondasi Pengembangan Pembelajaran Adaptif Berbasis Deep Learning” ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ani N. Hasan, M.Pd., bersama Ilyas H. Husain, S.Pd., M.Pd., Nur Mustaqimah, M.Pd., dan Nurul Fajriyani Usman, M.Pd. Penelitian ini merupakan bagian dari skema Penelitian Fundamental – Reguler Tahun 2025 dengan dukungan pendanaan DPPM Kemdiktisaintek.

Kesulitan belajar Biologi, khususnya pada aspek HOTS, masih menjadi tantangan yang berulang di berbagai jenjang pendidikan, termasuk di tingkat SMA. Banyak siswa belum mampu menguasai keterampilan analisis, evaluasi, hingga kreasi secara optimal. Jika tidak segera diidentifikasi dan ditangani dengan tepat, kondisi ini berpotensi menurunkan motivasi belajar siswa serta memicu kecenderungan untuk menghindari mata pelajaran sains.

Untuk mengkaji permasalahan ini secara mendalam, tim peneliti menggunakan pendekatan mixed methods dengan model Concurrent Embedded Strategy. Metode ini menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

Data dikumpulkan melalui wawancara kognitif untuk menggali kesulitan siswa, tes esai berbasis HOTS, dan angket faktor internal dan eksternal siswa. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk data kualitatif dan statistik deskriptif untuk data kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian HOTS siswa masih tergolong rendah. Pada aspek analisis (C4), capaian hanya sekitar 21%, sementara pada aspek evaluasi (C5) dan kreasi (C6) masing-masing berada pada kisaran 14% dan 16%. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam, mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi, menghubungkan antar konsep, menyusun strategi pemecahan masalah, dan mengembangkan kesadaran metakognitif.

Menariknya, hasil angket menunjukkan bahwa faktor internal seperti minat dan motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dukungan eksternal seperti strategi pembelajaran guru dan lingkungan belajar juga tergolong baik. Namun demikian, tingginya motivasi dan dukungan tersebut belum mampu secara signifikan meningkatkan capaian HOTS siswa. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi dan hasil belajar.

Melalui triangulasi data, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan HOTS tidak cukup hanya mengandalkan motivasi atau lingkungan belajar. Dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif, yang secara khusus dirancang untuk melatih kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Pendekatan pembelajaran berbasis deep learning (pembelajaran mendalam) menjadi salah satu solusi yang direkomendasikan untuk menjawab tantangan tersebut.

Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menjadi dasar dalam pengembangan model pembelajaran adaptif berbasis deep learning yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi dalam pembelajaran Biologi di sekolah. Di era yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan analitis, pendekatan pembelajaran harus mampu mendorong siswa untuk tidak sekadar memahami, tetapi juga mengolah dan mengembangkan pengetahuan secara mendalam.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, sekolah, dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan tuntutan zaman.

Agenda

1 - 2 Juli 2026

WORKSHOP: Dari Pengukuran ke Publikasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater