
Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo berhasil mengembangkan sebuah sistem manajemen pengetahuan digital berbasis Pentahelix untuk mendukung pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Teluk Tomini. Inovasi ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mendorong transformasi digital dan penguatan ekonomi desa berbasis kolaborasi multipihak. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo yang terdiri dari Moh. Hidayat Koniyo, Lanto Ningrayati Amali, Raflin Hinelo, Mohamad Syafri Tuloli, Alfian Zakaria, dan Muhammad Rifai Katili.
Penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management (IJIKM) Volume 21 Tahun 2026 dengan judul “Designing a Pentahelix-Based Digital Knowledge Management System for Rural Enterprises: A Prototype from Tomini Bay, Indonesia”. Artikel lengkap dapat diakses melalui tautan berikut: https://www.informingscience.org/Publications/5707
Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan BUMDes adalah terpisahnya sumber pengetahuan antar pemangku kepentingan. Informasi dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat masih tersebar dan belum terintegrasi dalam satu sistem yang mudah diakses. Padahal, regulasi nasional telah mendorong BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. Namun dalam praktiknya, keterbatasan akses informasi, rendahnya literasi digital, serta lemahnya koordinasi antar pihak menjadi hambatan utama.
Melalui penelitian ini, tim peneliti menawarkan pendekatan baru dengan mengoperasionalkan model Pentahelix ke dalam sebuah platform digital terintegrasi. Model ini menggabungkan lima aktor utama pembangunan:
Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang masih bersifat konseptual, penelitian ini menghadirkan prototipe sistem nyata yang menghubungkan seluruh aktor tersebut dalam satu ekosistem digital.
Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan metode Agile Scrum, sehingga sistem dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengguna. Proses penelitian melibatkan empat desa di kawasan Teluk Tomini, yaitu Desa Tabongo Timur (Kabupaten Gorontalo), serta Desa Panggulo, Desa Tamboo, dan Desa Moutong (Kabupaten Bone Bolango), dengan melibatkan 8 pengelola BUMDes sebagai responden utama.
Pengembangan sistem dilakukan dalam empat siklus (sprint) selama sekitar 4,5 bulan, yang mencakup:
Pendekatan ini memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar berbasis kebutuhan riil pengguna di lapangan.
Platform yang dihasilkan merupakan aplikasi berbasis web yang mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan dalam satu portal. Fitur utama meliputi:
Melalui sistem ini, BUMDes tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga produsen pengetahuan berbasis pengalaman lokal yang dapat dibagikan kembali kepada pihak lain.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki kinerja teknis dan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi. Secara teknis: 100% pengujian fungsional berhasil serta waktu respon sistem meningkat signifikan hingga 60–75% lebih cepat. Dari sisi pengguna, Perceived Usefulness: 6,2 dari 7, Intention to Use: 6,0 dari 7, dan Kepuasan pengguna: 5,9 dari 7. Selain itu, tingkat keberhasilan pengguna dalam menyelesaikan tugas meningkat dari 72% pada tahap awal menjadi 95% pada tahap akhir pengembangan.
Hasil ini menunjukkan bahwa sistem memiliki potensi tinggi untuk diadopsi dalam pengelolaan BUMDes.
Menurut tim peneliti, implementasi sistem ini berpotensi memberikan dampak signifikan, antara lain meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes, mempermudah akses informasi dan peluang pasar, dan mendorong kolaborasi lintas sektor secara lebih sistematis. Selain itu, platform ini juga berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan informasi antara desa dan kota, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama pembangunan desa.
Meskipun menunjukkan hasil yang positif, penelitian ini masih berada pada tahap prototipe dengan jumlah responden terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengujian lanjutan dalam skala yang lebih luas untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap kinerja BUMDes.
Ke depan, sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan layanan e-government, konektivitas dengan platform e-commerce, serta pemanfaatan analitik lanjutan dan sistem rekomendasi.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting baik secara teoritis maupun praktis. Secara akademik, penelitian ini memperluas penerapan konsep knowledge management dan Pentahelix dalam konteks pedesaan. Sementara secara praktis, sistem yang dikembangkan dapat menjadi:
Dengan demikian, inovasi ini menjadi langkah nyata UNG dalam mendukung transformasi digital desa yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.