
Pembelajaran biologi tidak hanya dituntut mampu meningkatkan penguasaan konsep peserta didik, tetapi juga perlu membekali mereka dengan keterampilan kolaborasi dan literasi kesehatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti UNG mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbasis Gamification-Scientific Investigation (GSI) yang dirancang untuk melatih kemampuan kolaborasi dan literasi kesehatan siswa SMA.
Penelitian yang dilaksanakan melalui skema Penelitian Fundamental Reguler Tahun Anggaran 2025 ini dipimpin oleh Prof. Dr. Frida Maryati Yusuf, M.Pd. dengan anggota Dr. Mukhlisulfatih Latief, S.Kom., M.T. dan Herinda Mardin, S.Si., M.Pd.
Pengembangan perangkat pembelajaran ini berangkat dari kebutuhan menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi peserta didik. Melalui pendekatan Gamification-Scientific Investigation (GSI), siswa tidak hanya mempelajari materi biologi, tetapi juga terlibat dalam aktivitas penyelidikan ilmiah yang dikemas secara menarik melalui unsur-unsur gamifikasi. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21.
Penelitian menggunakan metode research and development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dalam proses pengembangannya, tim peneliti melibatkan enam orang ahli untuk melakukan validasi terhadap perangkat yang dikembangkan, serta melibatkan 160 peserta didik dari tiga SMA di Provinsi Gorontalo untuk menguji efektivitas penggunaannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan, meliputi modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan media GSI, memperoleh penilaian sangat valid sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil evaluasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan dapat diterapkan dengan sangat baik di kelas.
Implementasi perangkat GSI pada materi sistem reproduksi manusia juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa. Analisis hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik, baik dalam penilaian diri maupun dalam kerja kelompok. Peningkatan juga terlihat pada aspek literasi kesehatan, yang menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini.
Tidak hanya berdampak pada hasil belajar siswa, perangkat pembelajaran yang dikembangkan juga memperoleh respons positif dari guru maupun peserta didik. Guru menilai perangkat tersebut praktis, mudah digunakan, dan memberikan manfaat dalam mendukung pembelajaran. Sementara itu, siswa memberikan penilaian positif terhadap aspek materi, kemudahan penggunaan, serta pengalaman belajar yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran berbasis GSI.
Sebagai luaran penelitian, tim peneliti telah menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Journal of Turkish Science Education (TUSED) yang bereputasi internasional dan terindeks Q2. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan buku ajar berjudul Sistem Reproduksi Berbasis Gamification Scientific Investigation (GSI), prototipe media GSI, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buku, serta kerja sama implementasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.
Salah satu inovasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah media GSI yang dapat diakses melalui perangkat digital untuk mendukung proses pembelajaran. Kehadiran media tersebut memberikan alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong siswa untuk belajar secara aktif melalui eksplorasi, diskusi, dan investigasi ilmiah.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi unsur gamifikasi dengan pendekatan penyelidikan ilmiah dapat menjadi strategi yang efektif untuk menjawab tantangan pembelajaran biologi di era digital. Melalui pengalaman belajar yang lebih partisipatif dan kontekstual, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konsep yang lebih baik, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama dan literasi kesehatan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Hasil ini membuka peluang pengembangan model pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani kebutuhan pendidikan modern dengan tuntutan kompetensi peserta didik di masa depan.