Penelitian UNG Angkat Tradisi Moluuna Lewat Kajian Linguistik Antropologi

Oleh: Berty H. Meluko . 11 Maret 2026 . 14:31:16

Kekayaan budaya Gorontalo kembali menjadi fokus kajian ilmiah Universitas Negeri Gorontalo. Melalui riset berbasis linguistik antropologi, tim peneliti UNG melakukan pemetaan makna bahasa dan simbolisme kuliner dalam tradisi Moluuna, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Penelitian berjudul “Pemetaan Linguistik terhadap Simbolisme Kuliner dalam Tradisi Moluuna: Kajian Linguistik Antropologi sebagai Upaya Pelestarian Budaya Gorontalo” ini dipimpin oleh Rahman Taufrianto Dako selaku ketua, bersama anggota Indri Wirahmi Bay, Sri Rumiyatingsih Luwiti, Suci Ramadhani, dan Atman Ismail. Peneletian ini merupakan bagian pendanaan DPPK Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Dasar Fundamental tahun 2025.

Tradisi Moluuna merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan pada momen pasca khitanan anak. Dalam tradisi ini, keluarga menyajikan beragam kuliner khas yang tidak hanya berfungsi sebagai hidangan, tetapi juga sarat makna simbolik dan nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui penelitian ini, tim peneliti memetakan aspek fonologi, morfologi, dan semantik dari sepuluh kuliner utama dalam tradisi Moluuna. Beberapa di antaranya yakni yilahe lo tola, yilahe toto-totola labiya, tola tilinanga, tola bilentango, dilodu’o, yilabulo, lutu tilalabe tiloohe lo pahangga, putita yilahe ngobotu, ila ngopingge, serta bubur ngobasikamu.

Hasil analisis linguistik antropologis menunjukkan bahwa setiap nama kuliner menyimpan jejak sejarah budaya yang erat dengan praktik ritual masyarakat. Struktur bunyi, bentuk kata, dan makna etimologis pada nama makanan tersebut merefleksikan nilai kesederhanaan, kelimpahan, keseimbangan, kebersamaan, hingga identitas komunal masyarakat Gorontalo.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam kuliner tradisional bukan sekadar penamaan, melainkan juga berfungsi sebagai arsip budaya yang merekam pengalaman sosial, kepercayaan, dan sistem nilai masyarakat dari generasi ke generasi.

Sebagai bentuk kontribusi pelestarian budaya, penelitian ini menghasilkan dokumentasi digital tradisi Moluuna serta video promosi budaya Gorontalo. Selain itu, hasil riset juga telah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Topics in Linguistics yang terindeks Scopus Q2.

Melalui penelitian ini, UNG tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga turut menjaga jejak pengetahuan lokal yang hidup dalam tradisi masyarakat. Dokumentasi dan kajian terhadap Moluuna diharapkan menjadi langkah penting agar warisan budaya Gorontalo tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG