
Kekayaan budaya Gorontalo kembali menjadi fokus kajian ilmiah Universitas Negeri Gorontalo. Melalui riset berbasis linguistik antropologi, tim peneliti UNG melakukan pemetaan makna bahasa dan simbolisme kuliner dalam tradisi Moluuna, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Penelitian berjudul “Pemetaan Linguistik terhadap Simbolisme Kuliner dalam Tradisi Moluuna: Kajian Linguistik Antropologi sebagai Upaya Pelestarian Budaya Gorontalo” ini dipimpin oleh Rahman Taufrianto Dako selaku ketua, bersama anggota Indri Wirahmi Bay, Sri Rumiyatingsih Luwiti, Suci Ramadhani, dan Atman Ismail. Peneletian ini merupakan bagian pendanaan DPPK Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Dasar Fundamental tahun 2025.
Tradisi Moluuna merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan pada momen pasca khitanan anak. Dalam tradisi ini, keluarga menyajikan beragam kuliner khas yang tidak hanya berfungsi sebagai hidangan, tetapi juga sarat makna simbolik dan nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui penelitian ini, tim peneliti memetakan aspek fonologi, morfologi, dan semantik dari sepuluh kuliner utama dalam tradisi Moluuna. Beberapa di antaranya yakni yilahe lo tola, yilahe toto-totola labiya, tola tilinanga, tola bilentango, dilodu’o, yilabulo, lutu tilalabe tiloohe lo pahangga, putita yilahe ngobotu, ila ngopingge, serta bubur ngobasikamu.
Hasil analisis linguistik antropologis menunjukkan bahwa setiap nama kuliner menyimpan jejak sejarah budaya yang erat dengan praktik ritual masyarakat. Struktur bunyi, bentuk kata, dan makna etimologis pada nama makanan tersebut merefleksikan nilai kesederhanaan, kelimpahan, keseimbangan, kebersamaan, hingga identitas komunal masyarakat Gorontalo.
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam kuliner tradisional bukan sekadar penamaan, melainkan juga berfungsi sebagai arsip budaya yang merekam pengalaman sosial, kepercayaan, dan sistem nilai masyarakat dari generasi ke generasi.
Sebagai bentuk kontribusi pelestarian budaya, penelitian ini menghasilkan dokumentasi digital tradisi Moluuna serta video promosi budaya Gorontalo. Selain itu, hasil riset juga telah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Topics in Linguistics yang terindeks Scopus Q2.
Melalui penelitian ini, UNG tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga turut menjaga jejak pengetahuan lokal yang hidup dalam tradisi masyarakat. Dokumentasi dan kajian terhadap Moluuna diharapkan menjadi langkah penting agar warisan budaya Gorontalo tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026