
Tanaman herbal yang selama ini dikenal sebagai obat tradisional, sambiloto (Andrographis paniculata), kini terbukti berpotensi meningkatkan kualitas gizi ikan nila. Temuan ini dihasilkan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo melalui riset pakan fungsional ramah lingkungan pada budidaya ikan air tawar.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Juliana bersama tim peneliti Prof. Yuniarti Koniyo, dan Dr. Hendrik David Julianus Borolla ini merupakan bagian pendanaan oleh DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.
Dalam penelitian ini, tim menguji ekstrak daun sambiloto sebagai bahan tambahan pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pakan diformulasikan dengan beberapa dosis, yaitu tanpa ekstrak (kontrol), serta penambahan 2 mg/kg, 4 mg/kg, dan 6 mg/kg. Selama 30 hari pemeliharaan, peneliti mengamati pertumbuhan ikan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, hingga kandungan nutrisi seperti protein dan asam lemak esensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak sambiloto memberikan dampak nyata terhadap performa ikan nila. Menariknya, respons ikan berbeda pada tiap dosis: Dosis 2 mg/kg paling efektif meningkatkan pertumbuhan panjang, Dosis 6 mg/kg menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi, Dosis 4 mg/kg memberikan keseimbangan terbaik antara pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tingkat kelangsungan hidup ikan juga tetap tinggi pada seluruh perlakuan, bahkan mencapai lebih dari 90 persen pada dosis tertentu.
Selain pertumbuhan, kualitas nutrisi ikan juga mengalami peningkatan. Ikan yang diberi pakan berbasis sambiloto menunjukkan kandungan protein lebih tinggi dan peningkatan asam lemak esensial EPA dan DHA (omega-3). Dosis sekitar 4 mg/kg pakan menjadi yang paling optimal dalam meningkatkan kualitas gizi ikan secara keseluruhan.
Daun sambiloto diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan antioksidan. Senyawa ini berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan ikan, menekan infeksi bakteri dan parasit, mengurangi stres oksidatif selama budidaya. Dengan demikian, penggunaan bahan alami ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada antibiotik dalam budidaya ikan.
Menurut tim peneliti, pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai bahan pakan merupakan langkah strategis untuk mendukung budidaya ikan yang lebih berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas hasil panen, pendekatan ini juga dinilai lebih aman bagi lingkungan perairan.
Penelitian ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan uji skala lebih besar untuk memastikan penerapan di tingkat budidaya nyata.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG