Pemanfaatan Daun Sambiloto sebagai Pakan Fungsional Tingkatkan Protein dan Asam Lemak Ikan Nila

Oleh: Berty H. Meluko . 16 Maret 2026 . 15:44:44

Tanaman herbal yang selama ini dikenal sebagai obat tradisional, sambiloto (Andrographis paniculata), kini terbukti berpotensi meningkatkan kualitas gizi ikan nila. Temuan ini dihasilkan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo melalui riset pakan fungsional ramah lingkungan pada budidaya ikan air tawar.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Juliana bersama tim peneliti Prof. Yuniarti Koniyo, dan Dr. Hendrik David Julianus Borolla ini merupakan bagian pendanaan oleh DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.

Dalam penelitian ini, tim menguji ekstrak daun sambiloto sebagai bahan tambahan pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pakan diformulasikan dengan beberapa dosis, yaitu tanpa ekstrak (kontrol), serta penambahan 2 mg/kg, 4 mg/kg, dan 6 mg/kg. Selama 30 hari pemeliharaan, peneliti mengamati pertumbuhan ikan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, hingga kandungan nutrisi seperti protein dan asam lemak esensial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak sambiloto memberikan dampak nyata terhadap performa ikan nila. Menariknya, respons ikan berbeda pada tiap dosis: Dosis 2 mg/kg paling efektif meningkatkan pertumbuhan panjang, Dosis 6 mg/kg menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi, Dosis 4 mg/kg memberikan keseimbangan terbaik antara pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tingkat kelangsungan hidup ikan juga tetap tinggi pada seluruh perlakuan, bahkan mencapai lebih dari 90 persen pada dosis tertentu.

Selain pertumbuhan, kualitas nutrisi ikan juga mengalami peningkatan. Ikan yang diberi pakan berbasis sambiloto menunjukkan kandungan protein lebih tinggi dan peningkatan asam lemak esensial EPA dan DHA (omega-3). Dosis sekitar 4 mg/kg pakan menjadi yang paling optimal dalam meningkatkan kualitas gizi ikan secara keseluruhan.

Daun sambiloto diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan antioksidan. Senyawa ini berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan ikan, menekan infeksi bakteri dan parasit, mengurangi stres oksidatif selama budidaya. Dengan demikian, penggunaan bahan alami ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada antibiotik dalam budidaya ikan.

Menurut tim peneliti, pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai bahan pakan merupakan langkah strategis untuk mendukung budidaya ikan yang lebih berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas hasil panen, pendekatan ini juga dinilai lebih aman bagi lingkungan perairan.

Penelitian ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan uji skala lebih besar untuk memastikan penerapan di tingkat budidaya nyata.

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026