
Upaya pengembangan desa wisata berbasis inovasi sosial dan teknologi (sociotechnopreneurship) terbukti menjadi strategi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan pemasaran desa wisata yang terintegrasi dengan potensi geopark di Provinsi Gorontalo. Temuan ini merupakan hasil penelitian tim dosen Universitas Negeri Gorontalo melalui skema Penelitian Fundamental Reguler pendanaan DPPM Kemdiktisaintek tahun 2025.
Penelitian bertajuk “Analisis Pengembangan Model Sociotechnopreneurship dalam Meningkatkan Keberlanjutan Pemasaran Desa Wisata yang Terintegrasi Potensi Geopark di Provinsi Gorontalo” dipimpin oleh Hapsawati Taan bersama anggota Idris Yanto Niode dan Mohammad Zubair Hippy. Studi ini melibatkan 155 responden dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola wisata, hingga masyarakat lokal.
Penelitian ini berangkat dari tantangan yang dihadapi desa wisata di Gorontalo, terutama dalam aspek pemasaran dan pengelolaan yang belum optimal. Tim peneliti kemudian mengembangkan model berbasis sociotechnopreneurship, yakni pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, kewirausahaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sociotechnopreneurship memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengalaman dan kepuasan wisatawan. Semakin tinggi inovasi berbasis teknologi dan keterlibatan sosial dalam pengelolaan wisata, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengunjung. Selain itu, pengalaman dan kepuasan wisatawan terbukti menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja pemasaran desa wisata. Efeknya terlihat pada meningkatnya promosi dari mulut ke mulut, ulasan positif, serta loyalitas wisatawan untuk kembali berkunjung.
Meski menunjukkan tren positif, kinerja pemasaran desa wisata di kawasan geopark Gorontalo masih berada pada kategori “cukup baik” dengan skor sekitar 78 persen. Hal ini menandakan bahwa strategi promosi dan branding belum sepenuhnya optimal, terutama dalam mengangkat identitas geopark sebagai daya tarik utama. Temuan lain menunjukkan bahwa citra destinasi dan keterlibatan masyarakat belum memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap pemasaran. Namun, keduanya tetap berperan penting melalui peningkatan pengalaman wisatawan sebagai variabel perantara.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, peneliti merekomendasikan strategi pengembangan yang berfokus pada:
Strategi ini dinilai penting untuk mendorong desa wisata menjadi lebih kompetitif sekaligus mendukung pengakuan Geopark Gorontalo ke tingkat nasional.
Penelitian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek melalui Skema Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2025. Sebagai luaran, penelitian ini berhasil menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi serta pengembangan buku dan kebijakan strategis terkait pengelolaan desa wisata berbasis sociotechnopreneurship.
Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran desa wisata tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata yang diciptakan melalui inovasi, teknologi, dan keterlibatan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, desa wisata di Gorontalo berpotensi menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem geopark yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG