
Upaya mendorong UMKM agar “naik kelas” terus menjadi fokus penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebuah penelitian terbaru dari tim Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan pendekatan baru melalui pengembangan model penilaian kinerja UMKM berbasis potensi lokal dan teknologi digital, dengan mempertimbangkan tipologi wilayah di Provinsi Gorontalo.
Penelitian ini dipimpin oleh Echan Adam bersama Indhitya R. Padiku, Agustinus Moonti, dan tim mahasiswa UNG, merupakan bagian pendanaan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema pendanaan Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.
UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, kondisi di Gorontalo menunjukkan tantangan yang cukup serius. Kontribusi UMKM terhadap PDRB daerah tercatat hanya sekitar 8,3%, lebih rendah dibanding rata-rata nasional. Bahkan, dalam satu dekade terakhir, Gorontalo masih termasuk provinsi dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi.
Sejumlah faktor menjadi penyebab, antara lain keterbatasan akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, minimnya pemanfaatan teknologi digital, serta kendala dalam pemasaran dan infrastruktur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari 300 responden pelaku UMKM di berbagai wilayah kabupaten/kota di Gorontalo, dengan teknik purposive sampling.
Analisis dilakukan menggunakan beberapa metode utama, yaitu:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Gorontalo dapat dikelompokkan ke dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik wilayah dan potensi ekonomi. Setiap klaster memiliki keunggulan dan tantangan yang berbeda, sehingga membutuhkan strategi pengembangan yang spesifik.
Analisis ini menegaskan bahwa pendekatan “satu kebijakan untuk semua” tidak lagi relevan. Sebaliknya, pengembangan UMKM harus berbasis potensi lokal yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial ekonomi masing-masing wilayah.
Melalui analisis SEM-PLS, ditemukan sejumlah variabel kunci yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM, yaitu inovasi produk, akses pasar, pemanfaatan teknologi digital, daan kinerja internal usaha. Di antara faktor tersebut, akses pasar dan inovasi menjadi pendorong paling kuat. Sementara itu, teknologi digital berperan sebagai akselerator yang mempercepat transformasi UMKM.
Melalui metode Delphi yang melibatkan para ahli dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi, diperoleh model final UMKM naik kelas yang terdiri dari tiga aspek utama:
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar indikator berada pada kategori konvergen tinggi, menandakan kesepakatan kuat antar pakar terhadap model yang dihasilkan.
Model yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran. Dengan mengintegrasikan potensi lokal dan transformasi digital, UMKM di Gorontalo memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, berdaya saing, dan berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian daerah.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG