
Kawasan pesisir Teluk Tomini di Provinsi Gorontalo menyimpan potensi besar untuk pengembangan wisata bahari berkelanjutan berbasis ekonomi biru. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo, yang menyoroti tingkat kesiapan sosial-ekonomi masyarakat pesisir dalam mengelola sektor pariwisata.
Penelitian berjudul “Analisis Kesiapan Sosial-Ekonomi Masyarakat Pesisir Teluk Tomini Gorontalo dalam Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru” ini dipimpin oleh Sri Nuryatin Hamzah sebagai ketua tim, dengan anggota Sitty Ainsyah Habibie, Femy Mahmud Sahami, dan Sri Fitriani Monoarfa, serta melibatkan mahasiswa Najwa Zalsabillah dan Nurlin Safira Pratiwi Mohamad merupakan bagian dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025 melalui skema Penelitian Fundamental Reguler.
Penelitian ini dilaksanakan di lima desa pesisir yang tersebar di kawasan Teluk Tomini. Tim peneliti menggunakan pendekatan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif, melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 200 responden masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat pesisir memiliki keterikatan yang kuat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Sebagian besar responden telah menetap lebih dari 20 tahun dan menggantungkan hidup pada sektor kelautan, terutama sebagai nelayan . Namun demikian, tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat masih tergolong rendah, yang menjadi tantangan dalam pengembangan sektor wisata.
Temuan penting dari penelitian ini adalah tingginya kesiapan masyarakat dari aspek sosial dan kelembagaan. Masyarakat dikenal ramah terhadap wisatawan, menjunjung tinggi nilai budaya lokal, serta memiliki hubungan sosial yang kuat antarwarga. Selain itu, kepercayaan terhadap tokoh masyarakat dan peran aktif pemerintah desa turut memperkuat fondasi kelembagaan. Secara kuantitatif, tingkat kesiapan masyarakat tergolong tinggi hingga sangat tinggi, dengan rincian: aspek sosial mencapai 80,35% dan aspek kelembagaan 84,18%, yang masuk kategori “sangat tinggi” . Sementara itu, aspek ekonomi dan budaya juga menunjukkan kesiapan yang baik meski masih memerlukan penguatan.
Di sisi lain, penelitian ini juga mengungkap sejumlah tantangan. Ketersediaan infrastruktur pendukung wisata seperti transportasi umum, homestay, fasilitas sanitasi, dan area parkir masih belum merata di semua desa. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital untuk promosi wisata masih tergolong rendah. Dari aspek sumber daya manusia, keterampilan teknis masyarakat dalam bidang pariwisata—seperti pengelolaan homestay, kemampuan bahasa asing, dan pengalaman kerja di sektor wisata—masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat pesisir Teluk Tomini memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan wisata bahari berkelanjutan. Pendekatan ekonomi biru dinilai mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Tim peneliti merekomendasikan penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan promosi digital berbasis komunitas. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong keberhasilan pengelolaan wisata secara berkelanjutan.
Dengan potensi alam yang melimpah dan dukungan sosial yang kuat, Teluk Tomini berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia yang berbasis pada prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG