
Inovasi pemanfaatan hasil perikanan kembali lahir dari Universitas Negeri Gorontalo. Melalui riset terbaru, tim peneliti berhasil mengolah limbah isi perut ikan cakalang menjadi bahan pangan bernilai tinggi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan gizi kue tradisional apangi.
Penelitian berjudul “Optimasi Kondisi Hidrolisis Enzim Tripsin Crude dan Fortifikasi Protein Ikan Terhidrolisis pada Kue Apangi” ini dilaksanakan dalam skema Penelitian Fundamental Reguler periode 2025 dengan dukungan pendanaan DPPM Kemdiktisaintek. Riset tersebut dipimpin oleh Faiza A. Dali, dengan anggota tim Rahim Husain dan Marleni Limonu dari Universitas Negeri Gorontalo.
Selama ini, isi perut ikan cakalang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap menjadi limbah. Padahal, bagian tersebut masih mengandung enzim alami berupa tripsin yang dapat digunakan dalam proses hidrolisis protein untuk menghasilkan senyawa peptida bernilai fungsional.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berhasil mengisolasi enzim tripsin lokal dari isi perut ikan cakalang hasil tangkapan nelayan di perairan Leato, Kota Gorontalo. Enzim tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrolisat protein ikan (HPI) dengan mutu yang baik.
Berdasarkan hasil pengujian, kondisi optimum proses hidrolisis diperoleh pada dosis enzim 4,9 persen, waktu reaksi 120,7 menit, dan kecepatan pengadukan 131 rpm. Hasilnya, hidrolisat protein ikan memiliki kandungan protein tinggi lebih dari 14 persen, kadar lemak rendah di bawah 3 persen, serta aktivitas antioksidan dan bioaktif yang signifikan.
Tidak hanya berhenti pada tahap produksi bahan baku, tim peneliti juga mengaplikasikan hidrolisat protein ikan tersebut pada kue tradisional khas Gorontalo, yakni apangi. Fortifikasi ini terbukti mampu meningkatkan kadar protein kue apangi hingga 15,40 persen serta meningkatkan aktivitas antioksidan tanpa mengurangi tingkat penerimaan konsumen.
Pengembangan ini dinilai sejalan dengan konsep ekonomi biru, yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan bernilai tambah. Limbah hasil tangkapan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi produk pangan inovatif yang mendukung ketahanan pangan lokal.
Sebagai luaran akademik, hasil penelitian ini ditargetkan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Frontiers in Nutrition yang terindeks Scopus Q2. Melalui inovasi tersebut, UNG kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset yang berdampak nyata bagi pengembangan perikanan, pangan lokal, dan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG