
Upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu fokus mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Tamalate. Langkah awal tersebut diwujudkan melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026.
MMD menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya dalam memetakan persoalan kesehatan yang dihadapi warga. Forum ini sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program kerja KKN yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam musyawarah tersebut, mahasiswa menggali berbagai informasi dan masukan terkait kondisi kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak. Pembahasan juga diarahkan pada potensi yang dimiliki Kelurahan Tamalate, termasuk kearifan lokal yang dapat menjadi bagian dari pendekatan dalam pelaksanaan program kesehatan.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MMD. Pemerintah kelurahan dan tenaga kesehatan memberikan perspektif mengenai kondisi serta kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah setempat, sementara kader dan masyarakat turut menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Masukan tersebut menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menentukan prioritas kegiatan selama pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan. Dengan demikian, program yang disusun tidak hanya berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman, kebutuhan, dan potensi masyarakat Kelurahan Tamalate.
Pendekatan partisipatif dalam MMD juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat sejak tahap perencanaan. Keterlibatan tersebut penting agar program yang nantinya dijalankan dapat diterima dan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah kelurahan serta tenaga kesehatan.
Fokus pada kesehatan ibu dan anak menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan. Melalui edukasi, pendampingan, dan kegiatan promotif maupun preventif yang disesuaikan dengan hasil pemetaan, mahasiswa diharapkan dapat turut mendukung penguatan kesadaran kesehatan di tingkat kelurahan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi awal dari rangkaian pelaksanaan program KKN Profesi Kesehatan UNG di Kelurahan Tamalate. Hasil musyawarah akan menjadi acuan dalam mengembangkan program kerja yang mengintegrasikan kebutuhan kesehatan masyarakat dengan potensi dan kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan di Tamalate diarahkan untuk menghadirkan kegiatan pengabdian yang partisipatif dan sesuai dengan kondisi lokal, khususnya dalam mendukung perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.