Indonesia Jadi Rumah Penting bagi Hiu dan Pari Dunia, Penelitian Soroti Urgensi Penguatan Konservasi

Oleh: Berty H. Meluko . 23 Mei 2026 . 16:19:41

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Perairannya menjadi habitat bagi ratusan spesies hiu dan pari yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, berbagai ancaman seperti penangkapan berlebih, degradasi habitat, dan tekanan perdagangan membuat banyak spesies menghadapi risiko penurunan populasi, sehingga memerlukan upaya konservasi yang semakin kuat.

Isu tersebut menjadi perhatian dalam penelitian kolaborasi oleh sejumlah peneliti dari berbagai institusi termasuk UNG, yang menyusun sebuah annotated checklist serta kerangka prioritas konservasi hiu dan pari di Indonesia. Melalui kajian ini, para peneliti mengintegrasikan informasi mengenai status konservasi, perlindungan hukum, dan karakteristik spesies untuk membantu mengidentifikasi kelompok hiu dan pari yang memerlukan perhatian lebih dalam upaya pelestarian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memegang peranan penting dalam konservasi hiu dan pari di tingkat global. Sejumlah spesies berada dalam kategori terancam, termasuk Kritis (Critically Endangered/CR), Terancam (Endangered/EN), dan Rentan (Vulnerable/VU). Kondisi ini mengindikasikan bahwa berbagai spesies memerlukan strategi pengelolaan dan perlindungan yang efektif agar populasinya tetap lestari di alam.

Kajian tersebut juga memperlihatkan bahwa kelompok Myliobatiformes (pari) dan Carcharhiniformes (hiu requiem) merupakan dua ordo dengan keragaman spesies yang tinggi di Indonesia, tetapi sekaligus menghadapi tekanan konservasi yang cukup besar. Sementara itu, kelompok Rhinopristiformes, yang mencakup pari gitar dan kerabatnya, memiliki proporsi spesies berstatus sangat terancam yang relatif tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam penyusunan kebijakan konservasi.

Menariknya, penelitian ini mengungkap bahwa sekitar 8,5 persen spesies hiu dan pari yang tercatat di Indonesia merupakan spesies endemik, yaitu hanya ditemukan di wilayah Indonesia. Walaupun jumlahnya tidak banyak, keberadaan spesies-spesies ini sangat penting karena kelangsungan hidupnya bergantung sepenuhnya pada keberhasilan upaya konservasi di dalam negeri. Di sisi lain, sekitar 91,5 persen merupakan spesies non-endemik yang tersebar di kawasan Indo-Pasifik dan wilayah lainnya, tetapi Indonesia tetap menjadi salah satu habitat utama yang berkontribusi terhadap kelestarian populasinya secara global.

Para peneliti menekankan bahwa pendekatan konservasi perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap kelompok spesies. Untuk hiu dan pari endemik, perlindungan habitat melalui kawasan konservasi serta pengelolaan berbasis masyarakat dinilai sangat penting. Sementara itu, bagi spesies yang bermigrasi melintasi batas negara, kerja sama regional dan internasional diperlukan untuk menjaga jalur migrasi dan habitat yang mereka gunakan.

Selain perlindungan habitat, penelitian ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas data ilmiah mengenai hiu dan pari di Indonesia. Masih terdapat sejumlah spesies dengan informasi yang terbatas sehingga menyulitkan penilaian risiko secara akurat. Oleh karena itu, penelitian lanjutan, pemantauan populasi, serta penguatan sistem pendataan menjadi langkah penting dalam mendukung kebijakan konservasi berbasis bukti ilmiah.

Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hiu dan pari dunia. Dengan memadukan penelitian, penguatan regulasi, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, upaya konservasi dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi kelestarian spesies, tetapi juga bagi kesehatan ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.

 

Sumber: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1581/1/012028

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026