
Populasi kambing kacang di Gorontalo ternyata tidak sepenuhnya aman. Di balik perannya sebagai ternak lokal andalan, penelitian terbaru menemukan tanda-tanda erosi genetik yang berpotensi mengancam keberlanjutan dan kualitasnya di masa depan.
Penelitian ini dilakukan oleh Fahrul Ilham, Safriyanto Dako, dan Muhammad Ihsan Andi Dagong dari Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Hasanuddin, yang merupakan bagian pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan genetika molekuler untuk “membaca” kondisi sebenarnya dari populasi kambing kacang di daerah tersebut.
“Keragaman genetik adalah kunci ketahanan ternak. Jika variasinya rendah, maka risiko terhadap penyakit dan penurunan kualitas akan semakin besar,” menjadi salah satu poin penting dari penelitian ini.
Dalam penelitian ini, tim menganalisis Single Nucleotide Polymorphism (SNP), yaitu variasi kecil dalam DNA yang dapat menunjukkan tingkat keragaman genetik. Selain itu, mereka juga mengkaji gen penting seperti calpastatin (CAST) dan myostatin (MSTN) yang berperan dalam pertumbuhan dan kualitas daging. Hasilnya cukup mencolok: populasi kambing kacang di Gorontalo cenderung homogen secara genetik. Kondisi ini menjadi sinyal awal terjadinya erosi genetik—situasi di mana variasi gen menurun akibat pola perkawinan yang terbatas atau tidak terkelola.
Dari sisi struktur populasi, penelitian menemukan bahwa kambing kacang didominasi oleh betina dewasa. Ini sebenarnya merupakan potensi besar untuk pengembangan populasi. Namun, dinamika seperti penjualan ternak, pemotongan, serta keluar-masuknya ternak turut memengaruhi keseimbangan populasi. Meski masih menunjukkan pertumbuhan alami, lajunya tergolong sedang dan belum cukup kuat untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti merumuskan sejumlah strategi prioritas untuk pelestarian dan pengembangan kambing kacang, di antaranyaadalah perbaikan manajemen pemeliharaan dan sistem kandang, peningkatan kualitas pakan dan pengolahan hasil ternak, penguatan kapasitas dan kelembagaan peternak, dan program pemuliaan berbasis seleksi genetik. Pendekatan ini tidak hanya berbasis laboratorium, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi peternak di lapangan.
Penelitian ini memadukan kerja lapangan dan analisis laboratorium. Tim melakukan observasi langsung di Gorontalo, wawancara dengan peternak, serta pengujian DNA menggunakan teknik PCR-RFLP dan sekuensing di laboratorium bioteknologi. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih utuh—tidak hanya soal genetik, tetapi juga realitas peternakan di lapangan.
Kambing kacang merupakan salah satu plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi. Tanpa pengelolaan yang baik, keberadaannya bisa tergerus oleh praktik pemeliharaan yang kurang terarah atau persilangan yang tidak terkendali.
Penelitian oleh Fahrul Ilham dan tim menjadi pengingat bahwa pelestarian ternak lokal tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara tradisional. Diperlukan pendekatan ilmiah yang terintegrasi agar keberlanjutan tetap terjaga. Di tengah tantangan modernisasi peternakan, hasil studi ini membuka jalan bagi strategi berbasis data untuk memastikan kambing kacang Gorontalo tetap menjadi aset berharga, bukan sekadar warisan yang perlahan menghilang.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG