Presentasi Hasil Karya Kikigaki Tingkat SMA dan SMK se Provinsi Gorontalo

Oleh: Cindra Zakaria . 15 Oktober 2018 . 10:59:00

 

Pusat Studi Perempuan dan Anak LPPM UNG bekerja sama dengan EHIME JAPAN II NETWORK JAPAN pada tanggal 12 Oktober 2018 bertempat di Ballroom Hotel Damhil menyelenggarakan presentasi hasil karya kikigaki tingkat SMA, SMK se provinsi Gorontalo. Kegiatan ini merupakan lanjutan kikigaki pada bulan juli 2018, setelah melalui proses beberapa bulan siswa-siswi SMA/ SMK se provinsi Gorontalo mempresentasikan hasil karya kikigaki nya. 25 sekolah tingkat SMA/ SMK yang berasal dari Marisa, Paguyaman, Limboto, Boalemo, Paguat, Gorontalo Utara, Boliyohuto, Suwawa, Tapa, Telaga dan Kota Gorontalo mempresentasikan hasil karya kikigaki mereka dengan penuh semangat. Satu persatu kelompok yang mewakili sekolah masing-masing menyampaikan hasil karyanya dengan meijin berbeda, terlihat betul betapa kearifan lokal di daerah Gorontalo unik dan sangat menarik. Seperti yang disampaikan oleh Motoko Shimagami dari Jepang sebagai salah satu juri bahwa “Siapa saja bisa diambil sebagai meijin, yang penting dinilai memiliki cerita menarik berkaitan dengan kearifan lokal, tidak menimbulkan banyak penasaran muncul dan apa yang menjadi pertanyaan harus terjawab dalam karya kikigaki ini sehingga perlu digali informasi yang tepat”. Terlihat keantusiasan peserta dalam memaparkan hasil karyanya, ditambah dengan semangat dari Guru pendamping dan dukungan para juri yang positif.

Adapun penilaian dilihat dari 3 (tiga) komponen, antara lain (1) Penilaian isi karya kikigaki dengan mendeskripsikan dengan baik pekerjaan/ keahlian maupun kearifan lokal dari narasumber; (2) Penilaian format karya kikigaki yakni melihat karya yang sudah disusun dengan baik sehingga menarik untuk dibaca; dan (3) Penilaian teknik penyajian yakni dinilai dengan adanya unsur komunikatif (interaktif) dan kelayakan bahasa Pak Lukman Laliyo selaku juri dan sekretaris LPPM UNG menyampaikan format penilaian dalam kegiatan presentasi ini. Hasil karya kikigaki kali ini cukup menarik, dilihat dari topik serta meijin yang dipilih. Diantaranya meijin yang dipilih oleh SMA Negeri 3 Kota Gorontalo yang dipaparkan oleh Deatry Nur Amalia Abdul, yakni ibu Nur Haida Muhammad. Alasan pemilihan dikarenakan meijin ini membuat kerajinan dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti pelepah dari pohon enau (tirai), ibu Nur berumur 57 tahun dan sudah memiliki 3 orang anak (1 laki-laki dan 2 perempuan). Menurut informasi ibu Nur memiliki suami yang bernama Kamudi yang sudah meninggal 7 (tujuh) tahun silam. “Kegiatan ini sangat bagus karena melatih kami berbicara dan bersosialisasi dengan orang lain dengan baik”, jelas Deatry menutup penjelasannya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yakni pada tanggal 12 – 14 Oktober 2018. Ibu Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd selaku ketua panitia pelaksanaan presentasi hasil karya kikigaki ini mengapresiasikan kerja keras para siswa peserta kegiatan ini dengan penuh semangat. “Mereka (siswa) pasti memiliki bakat, apapun bentuknya hasil karya mereka patut dihargai dan tugas kita adalah dengan menyediakan kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan apa yang sudah mereka usahakan”, penjelasan Ibu Lilan yang juga merupakan Kepala Pusat Pendidikan Perempuan dan Perlindungan Anak di LPPM UNG. Presentasi kikigaki bermanfaat bagi segala pihak, seperti yang dikemukakan oleh Ibu Hajijah Djafar sebagai Guru pendamping dari SMA Negeri 2 Gorontalo bahwa “Dengan adanya program kikigaki ini anak-anak (terutama generasi muda) bisa mengenal kearifan-kearifan lokal yang ada pada masyarakat Gorontalo, melalui terjun langsung mengenali dan berbaur dengan narasumber. Program ini juga bagus dan menarik karena bisa menjebatani masyarakat, siswa dan alam sekitar”.

Presentasi berjalan dengan lancar, kelompok siswa perwakilan maju satu persatu memaparkan hasil karya kikigaki yang sudah mereka buat. Topik-topik yang dipresentasikan cukup menarik perhatian, antara lain “Tiohu Penghidupanku”, “Molingo Waolo (Si Manis Pohon Aren)”, “Ramuanku Penolongmu”, “Mohalamo, Warisan Keluarga”, “Untukmu Buah Hatiku (Kisah seorang penjual kue cubit untuk membiayai anaknya)”, “Mo Karawo Lo Hulandalo (Sulam Kerawang Milik Gorontalo)”, dan “Pahangga lo Hulondalo (Gula Merah Gorontalo Penyambung Hidup Keluargaku”. Itulah beberapa topik yang disampaikan oleh para siswa sebagai hasil karya kikigaki. Bagaimanapun juga banyak kenyataan menarik yang mampu memotivasi dan melatih kreativitas para generasi muda, tinggal bagaimana kita membuat hal yang bahkan tidak sama sekali diperhatikan menjadi sesuatu yang memiliki nilai. Why? Because If you think you're too big for small jobs, maybe you're too small for big jobs.-

(Frezy Paputungan)

 

Agenda

9 - 11 April 2019

Pembekalan Teknis DPL dan mahasiswa

Waktu dan Tempat ditentukan oleh masing-masing DPL

8 April 2019

Undangan Pembekalan Mahasiswa KKS Pengabdian Periode I

Waktu : 13.00 WITA
Tempat : Lapangan Tenis Indoor UNG

- Mahasiswa hadir lebih awal 30menit
- Berpakaian atasan putih dan bawahan hitam
- Tidak memakai jeans

1 April 2019

Undangan Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKS Pengabdian Periode I

Waktu : 13.00 WITA
Tempat : Ruang Rapat LPPM UNG

22 Maret 2019

Undangan Seminar Pembahasan Urusan Proposal Program KKS Pengabdian Periode I

Seminar dilaksanakan di LPPM UNG, Jumat 22 Maret 2019 jam 09.00 WITA

1. Ketua Pengusul yang tidak ikut presentasi dianggap mengundurkan diri
2. Peserta menyiapkan bahan presentasi dalam bentuk powerpoint